Sakit hati cinta ditolak, Bogel habisi nyawa nadya Bella Anggraini usai bermalam-mingguan di sebuah kafe.
© 2016 merdeka.com/Darmadi Sasongko. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com, Malang - Teka-teki pembunuhan korban tewas di ladang tebu, Nadya Bella Anggraini akhirnya terungkap. Nadya dibunuh karena menolak Hafidh Misbah Faisal atau Bogel. Kalimat penolakan korban dianggap menyakitkan sehingga membuatnya kalap dan muncul niat menghabisi korban.
"Hubungan tersangka dan korban, cinta bertepuk sebelah tangan. Tersangka marah dan membunuh korban," kata Wakapolres Malang, Kompol Deky Hermansyah, di Kepanjen, Jumat (3/9),seperti dilansir dari merdeka.com.
Kejadian bermula saat korban dijemput pelaku di ujung gang di depan rumahnya, Jalan Bukirsari RT 4/ RW 08 Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Keduanya bermalam-mingguan di sebuah kafe di Lowokwaru, yang memang saat itu sedang berlangsung sebuah acara.
Usai menyaksikan even tersebut, korban melanjutkan kencannya di salah satu sudut kafe. Namun pasangan yang tidak memiliki status hubungan itu terlibat pertengkaran. Korban mengucapkan kata-kata kasar yang membuat Bogel marah besar. Saat itu mulai muncul pikiran untuk menghabisi nyawa korban.
Sekitar pukul 24.00 WIB dini hari korban diantarkan pulang, tetapi dengan arah jalan yang berbeda. Pelaku melakukan aksi pembunuhan tepat di lokasi ditemukan mayat, yakni Dusun Klandungan, Desa Landungsari, Kabupaten Malang.
"Korban dicekik, kemudian berontak dan dihempaskan hingga terbentur. Korban kemudian kembali dicekik hingga meninggal dunia," tambah Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro. "Korban dicekik, kemudian berontak dan dihempaskan hingga terbentur. Korban kemudian kembali dicekik hingga meninggal dunia," tambah nya.
KTM Nadya Bella
© 2016 merdeka.com/Darmadi Sasongko
Barang-barang korban kemudian dibuang di sekitar lokasi dengan arah menyebar. Barang bukti berupa lipstik, cermin, sepatu, dompet, sepatu dan tas ditemukan di sekitar lokasi. Sedangkan helm korban dibuang di lereng persawahan. Namun, pelaku membawa handphone milik korban dan menjualnya di sebuah counter. Lewat handphone tersebut, polisi dapat membekuk pelaku.
"Pemilik counter membenarkan kalau yang menjual handphone tersebut adalah pelaku," tegasnya.

Jasad Wanita Muda di Kebun Tebu Ternyata Nadya Bella Anggraini Mahasiswi UMM

Malang, Kabarnusantara.net – Sesosok jasad wanita muda ditemukan tergeletak di tengah kebun tebu jauh dari permukiman penduduk di Malang, Jawa Timur, Kamis (1/9/2016).
Di dekat korban ditemukan helm dan aneka peralatan kecantikan yang berserakan.

Jasad wanita itu ditemukan warga di kebun tebu kawasan Klandungan, Dau, Kabupaten Malang. Kondisinya hampir membusuk. Tidak ditemukan petunjuk identitas. Namun, dipastikan berkelamin wanita dari pakaian, bentuk tubuh, sepatu, serta peralatan kecantikan di sekitar jasadnya.

Akhirnya Terungkap 

Kasus penemuan mayat wanita di tengah Kebun Tebu Klanndungan, Dau di Kabupaten Malang Kamis sore (1/9/2016) langsung terungkap beberapa jam setelah kejadian penemuan jasadnya. Korban diketahui Nadya Bella Anggraeni mahasiswi Baru Fakultas Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang setelah keluarganya mengenali dari helm yang ditemukan di sekitar jasad.

Informasi identitas ini diketahui usai salah satu keluarga korban melapor ke polisi yang berada di Kamar Mayat RS Saiful Anwar dan curiga dengan helm yang ditemukan di sekitar lokasi jasad seperti helm milik korban.

Keluarga yang langsung berdatangan ke instalasi forensik Rumah Sakit Saiful Anwar langsung shock. 

Kepada polisi keluarga membenarkan bahwa jasad wanita tersebut adalah Nadya. Gadis berusia 18 tahun ini pergi sejak sabtu lalu bersama seorang teman lelaki yang kini tengah dicari polisi untuk dimintai keterangan.

Identitas korban juga dibenarkan Wakil Dekan Fakultas Kesehatan UMM Ahmad Sobrun Jamil yang langsung mengecek ke kamar jenazah. 

Terlebih lagi pihak kampus sudah mengenal orangtua korban. Karena sempat mengabarkan kehilangan ke kampus dan khawatir tentang kuliah yang akan segera dimulai.

Kasus ini kini dalam penyidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Malang dan polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian. 

Hingga Kamis Malam ini sementara teman lelaki yang terakhir terlihat bersama korban masih dalam pencarian polisi.(RR/KbN)
Bagaimanapun, ulat hongkong atau mealworm sangat bermanfaat bagi burung kicauan dan juga hewan peliharaan lainnya. Pakan alami ini mengandung banyak protein dan kalori yang dibutuhkan burung. Cara penyajiannya juga bervariasi, ada yang diberikan ketika ulat masih berwarna putih, sedang ganti kulit, atau diberikan dalam bentuk ulat hongkong kering. Masih prospektifkah beternak ulat hongkong? Jawaban Om Kicau, sepanjang hobi burung kicauan masih lestari di Indonesia, beternak ulat hongkong tetap memiliki prospek cerah.
worm
Anda bisa menentukan sendiri, apakah hasil dari beternak ulat hongkong (UH) hanya untuk memenuhi kebutuhan burung-burung piaraan di rumah dan / atau burung-burung dalam kandang penangkaran, atau ingin sebagian / semua hasil budidaya UH dijual ke konsumen.

Dalam artikel ini, Om Kicau sengaja memberikan materi budidaya untuk skala kecil. Kalau sudah menguasai skala kecil, pasti skala sedang maupun skala besar mudah dilakukan. Jadi, intinya menguasai dan mempraktikkan hal-hal yang mendasar dulu.

Sebelum memulai beterbak, sebaiknya persiapkan beberapa bahan yang akan digunakan. Misalnya wadah tempat menyimpan ulat. Wadah ulat ini bisa menggunakan kontainer plastik, baik yang single maupun yang bersusun seperti laci.

KONTAINER PLASTIK YANG DIGUNAKAN UNTUK TERNAK UH

Berikutnya, siapkan dedak atau bekatul yang menjadi media untuk berkembang biak dan bertelur bagi ulat hongkong tersebut. Dedak sekaligus berfungsi untuk mempertahankan kondisi kelembaban sehingga ulat hongkong tidak mudah mati.

Ulat hongkong yang akan diternakkan sebaiknya dipilih yang dewasa, dengan jumlah tergantung ukuran wadah atau kontainer plastik. Boleh juga menggunakan ulat hongkong yang sudah berubah menjadi kumbang (berwarna hitam).
Ulat hongkong dewasa sebagai materi awal beternak.

Tenebrio molitor, atau kumbang dari ulat hongkong.

Terakhir adalah mempersiapkan pakan untuk ulat-ulat ini. Ulat hongkong adalah larva yang memakan apa saja. Tetapi untuk tujuan ternak, dan menjaga agar ruangan tempat ia ditangkarkan tidak mudah berjamur, pakan yang diberikan dapat berupa sepotong roti, potongan kentang, atau potongan buah-buahan (terutama apel).

Setelah semua bahan sudah tersedia, sekarang kita berlanjut ke beberapa tahap berikut ini :

TAHAP PERTAMA 

Masukkan dedak atau bekatul ke dalam wadah atau kontainer plastik, kemudian ratakan pada bagian dasarnya dengan tinggi / tebal lapisan sekitar 1/4 dari ketinggian wadah yang digunakan. Setelah itu, masukkan ulat-ulat yang akan dikembangbiakan. Jadi, dalam penjelasan ini, kita memulainya dari ulat hongkong dewasa, bukan langsung berupa kumbang.

Proses berkembang biak ulat menjadi kumbang membutuhkan waktu lama, dan butuh kesabaran untuk diperoleh hasil optimal. Karena itu, banyak juga yang memulai breeding dengan memasukkan UH yang telah berubah menjadi kumbang agar prosesnya lebih cepat.

Pakan yang diberikan bisa berupa potongan kentang atau potongan buah apel, meski UH bisa menyantap makanan apa saja. Pemberian apel dan kentang dimaksudkan untuk mencegah timbulnya jamur akibat bahan pakan terlalu banyak mengandung air (misalnya sayuran).

KENTANG DAN APEL BISA DIBERIKAN SEBAGAI MAKANANNYA

Selanjutnya, wadah / kontainer plastik bisa disimpan ditempat yang gelap dan hangat. Jangan lupa melakukan kontrol setiap hari, terutama untuk memeriksa ketersediaan pakan, sekaligus membersihkan sampah bekas makanan atau bekas kulit dari ulat hongkong.
TAHAP KEDUA
Setelah disimpan beberapa bulan (sekitar 90 hari), ulat-ulat akan berubah menjadi kepompong. Anda bisa tetap memelihara kepompong dalam wadah yang sama, bisa juga memindahkannya ke wadah / kontainer lain. Maksud pemindahan ini untuk menghindari ulat hongkong yang belum berubah jadi kepompong, karena UH terkadang akan memakan teman-temannya yang sudah jadi kepompong, terutama jika mereka kekurangan pakan. Jadi, jika tetap menggunakan wadah yang sama, pemberian pakan harus ditingkatkan jika.
ULAT YANG SUDAH BERUBAH MENJADI KEPOMPONG

Jika ingin memelihara kepompong dalam wadah / kontainer plastik yang baru, media yang digunakan tetap sama, yaitu dedak / bekatul, dengan ketebalan secukupnya (tipis saja). Dalam ke wadah / kontainer baru, tugas Anda cukup menunggu saja, karena kepompong tidak membutuhkan makanan apapun.
TAHAP KETIGA 
Sekitar 10 hari kemudian, kepompong akan menunjukkan perubahan bentuk fisiknya menjadi serangga berwarna putih, yang sebenarnya merupakan calon kumbang. Dari hari ke hari, warna putih ini akan berubah menjadi cokelat. Silakan dikontrol terus sampai warna serangga menjadi hitam, dan itulah yang disebut kumbang (Tenebrio molitor).
Jika sudah menjadi kumbang, Anda bisa memberikan pakan berupa potongan buah-buahan atau potongan roti.
KEPOMPONG YANG BERUBAH MENJADI KUMBANG HITAM
Pindahkan kumbang-kumbang ke wadah lain, yang sudah diisi dengan media dedak / bekatul. Perbandingannya, takaran 4 gelas berisi kumbang memerlukan dedak sebanyak 2 kg. Dalam wadah inilah, kumbang akan memulai proses reproduksinya, seperti kawin dan bertelur.
Jika sudah bertelur, tunggu sampai 10 hari, kemudian dilakukan pengayakan terhadap telur-telurnya. Saat mengayak, yang ikut terayak adalah telur dan dedak, namun kumbang tidak ikut terayak. Telur dan dedak dikembalikan ke wadah semula. Adapun kumbang dipindah ke wadah lain, dengan media dedak dan rasio yang sama seperti penjelasan sebelumnya (4 gelas kumbang membutuhkan 2 kg dedak).
Dalam wadah baru, kumbang akan bertelur kembali selama 10 hari. Silakan diayak kembali telur dan dedaknya, sedangkan para kumbang dipindah ke wadah baru. Demikian seterusnya, sampai kumbang sudah tidak bertelur lagi. Tanda kumbang sudah tak bertelur lagi adalah mati dengan sendirinya.
Bagaimana dengan telur-telur yang dipertahankan dalam wadah plastik? Mereka akan menetas menjadi larva, yang tidak lain adalah ulat hongkong. Sejak menetas, pakan yang diberikan kembali ke tahap pertama (potongan apel dan kentang). Biarkan sampai umur 50 hari. Saat itulah, ulat hongkong siap dipanen, untuk dipasarkan, atau digunakan sendiri, atau dijadikan lagi sebagai materi dalam beternak UH.
ULAT SIAP DIPANEN UNTUK DIPASARKAN ATAU DIKONSUMSI UNTUK BURUNG PELIHARAAN

Sekarang kita lihat bagaimana siklus hidup ulat hongkong dalam berbagai bentuknya:
SIKLUS ULAT HONGKONG YANG BERLANGSUNG SELAMA 6 BULAN
Dari penjelasan di atas, sebenarnya tenaga yang dicurahkan untuk beternak ulat hongkong relatif sedikit. Tugas kita hanya sekadar rajin memonitor perkembangannya, dan tentu saja harus sabar menunggu tahapan demi tahapan.
Semoga bermanfaat.

Sumber dari :Salam sukses, Salam dari .omkicau.com